LINGKARAN SYETAN KORUPSI DI DUNIA PENDIDIKAN

Niat baik pemerintah untuk mensejahterakan guru patut mendapatkan apresiasi, namun disayangkan hal ini tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Program tunjangan fungsional, sertifikasi guru, pengangkatan PNS, dan lainnya dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan semestinya. Kata “OKNUM” yang pantas untuk para pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan itu sendiri. Mark up, pemalsuan data, nepotisme, kolusi, hingga KORUPSI telah menjadi bagian dari “KEJAHATAN” di negeri ini yang ada dalam institusi “PENDIDIKAN”. Sangat ironi memang.

Kata “SUNAT” tak hanya dipakai untuk anak yang dikhitan, kata SUNAT kini menjadi kata “LAZIM” dalam dunia pendidikan manakala bantuan hendak disalurkan. Tak kalah dari kata “SUNAT” adalah kata “SENGGET”, dalam bahasa Indramayu yang berarti alat untuk mengunduh atau mengambil buah yang siap untuk dimakan.

Inilah negeri kita “INDONESIA” yang tetap “MISKIN” karena kita pula. Berkubang dalam lumpur, besi berkarat, kaca tebal karena debu yang melekat nyaris tak bisa melihat keluar menatap kedepan dengan terang …..

Nasihin, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s